Kelihatan judul diatas sederhana, tetapi ia mengandung makna yang sangat dalam. Bila pimpiman perusahaan memandang K3 sebagai beban biaya tambahan, maka penerapan K3 yang baik akan sama sama sulitnya dengan membangun Sistem manajemen K3 (SMK3) yang baik. Tetapi bila pimpinan memahami dan menyadari penerapan K3 merupakan bagian dari keuntungan bisnis, maka setiap organ didalam sistem perusahaan peduli sebab keterlibatannya akan berkontribusi pada kelangsungan bisnis. Kesadaran ini akan melahirkan komitmen yang kuat dari pimpinan untuk menggerakkan semua system yang ada yang mengarah pada pertumbuhan Budaya K3 perusahaan yang. Sekarang mudah difahami bahwa melalui pengembangan budaya perusahaan, maka semua elemen di perusahaan bergerak pada satu tujuan, dan hal itu merupakan modal yang kuat mencapai efisiensi.
Untuk memupuk kesadaran dan komitmen lebih kuat, mari simak ulasan dibawah ini.
Kita disini sedang membicarakan salah satu kesalah-fahaman tentang praktek k3, termasuk budaya k3, yaitu seringnya timbul anggapan implementasi k3 sebagai penghambat.
Pembicaraan tentang praktek k3, pengembangan budaya K3 banyak ragam. Persepsi terhadap praktek k3 di perusahaan juga beragam. Ada yang beranggapan sebagai sesuatu yang menghambat, namun banyak juga yang beranggapan sebaliknya, yaitu sebagai sesuatu yang menguntungkan perusahaan. Pelajaran tentang menimbulkan kesadaran ada berberapa dalam situs ini, seperti: Ekonomi budaya k3, Budaya k3 Perusahaan, Bukan sekedar kepatuhan.
Banyak pimpinan salah mengerti bahwa prosedur K3 adalah hambatan bagi kecepatan. Faktanya:
Dalam manajemen risiko operasional, kegagalan besar biasanya diawali oleh serangkaian penyimpangan kecil yang diabaikan.
Dunia bisnis penuh ketidakpastian. Perusahaan yang tangguh adalah perusahaan yang mampu “belajar dari kegagalan kecil” agar tidak hancur saat menghadapi tekanan besar.
Membangun sistem k3 yang tangguh akan lebih baik melalui pengembangan budaya k3 yang kuat. Dengan budaya k3 yang seperti itu maka seluruh organ perusahaan, semua lapisan karyawan bergerak dengan kesadaran yang tinggi. Dasar pergerakannya adalah “kebutuhan”. bukan lagi “kewajiban”.
Selamat jumpa sejawat pejuang K3
Artikel serial Budaya Keselamatan Kerja / Budaya K3