Iklim budaya k3 sering dikenal sebagai safety climate.
Iklim budaya k3 bisa dikatakan cara kita menggambarkan persepsi karyawan sesaat, superfisial, dan cenderung berubah-ubah sesuai waktu, tempat dan kondisi saat survei dilakukan. Karena itu diberi nama Iklim, seperti halnya iklim cuaca yang juga sering berubah-ubah. Cara mengukurnya biasanya melalui survei pada pada sejumlah karyawan, dimana persepsi karyawan ditanyakan melalui pertanyaan yang disebarkan didalam kuesioner.
Sebaliknya, budaya k3 lebih stabil, konsisten. Artinya sekali diukur maka penilaiannya tersebut akan konsisten selang 3-5 tahun.
Iklim bersifat:
Dalam praktek k3, iklim budaya k3 cukup populer dan digunakan secara luas di perusahaan. Alasan yang paling masuk akal ke populerannya tersebut adalah karena ia relatif mudah dan murah untuk dilakukan. Tidak memerlukan keahalian yang rumit, cukup dengan menguasai cara survei sederhana, penyebaran kuesioner lalu disimpulkan dengan mencari sebaran statistiknya pada komputer. Namun apakah hasil surveinya ini bisa diklaim sebagai gambaran budaya k3 perusahaan?. Tentu tidak bisa. Sebab budaya diukur dengan eksplorasi variabel-variabel budaya yang dilakukan expert yang memahami secara baik tentang: 1. tentang budaya itu sendiri, 2. iptek K3. Iptek k3 itu sendiri lingkupnya tidak kecil.
Nanti, kita lanjutkan.
Amati terus perkembangannya. Insyaallah