Melihat praktek budaya k3 perusahaan

Melihat praktek budaya k3 perusahaan

 

Melihat praktek budaya k3 perusahaan

Melihat praktek budaya k3 perusahaan. Anda sering mendengar dan membaca tulisan di lingkungan anda sendiri, kadang kala tulisan itu ditulis dengan huruf yang besar dan ditempatkan dibeberapa tempat. Ini kita sebut slogan untuk membangun budaya k3 perusahaan, yel yel untuk mengingat dan bahkan menanamkan tata nilai pada setiap diri akan pentingnya menjaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun yel yel tersebut selalu ditanamkan melalui tulisan. Pertanyaannya, sudahkan tertanam nilai tersebut di seluruh jajaran perusahaan?. Mulai dari manajemen tingkat teratas sampai yang terbawah, yaitu karyawan?
Atau bagaimana menurut anda, apakah pimpinan anda juga menghayatinya?.

Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Slogan utamakan keselamatan dan kesehatan kerja, juga sering kita dengar dengan sebutan lain yaitu “Safety First”. Intinya sama saja, yaitu memberi penekanan pada pengutamaan pada penerapan K3. Penerapan K3 yang dimaksudkan utama, tentu memerlukan persyaratan persyaratan yang standar. Dengan kata lain pengutamaan penerapan K3, juga termasuk pengutamaan dalam hal pemenuhan semua persyaratan yang diperlukan untuk pelaksanaan K3. Kalau tidak demikian kenyataannya, maka slogan tersebut berhenti sebatas slogan. Buktinya dalam praktek tidak terlihat.

Utamakan K3, mengantarkan perusahaan kepada budaya k3 yang kuat

Slogan utamakan, bila tertanam menjadi nilai utama didalam setiap diri karyawan perusahaan (termasuk pimpinan), maka akan menghasilkan keseriusan yang berdampak positif pada pelaksanaan k3. Semua persyaratan yang diperlukan baik sisi dukungan manajemen, sampai pada dukungan teknis untuk kelancaran pelaksanaan k3 yang baik.
Begitu juga dukungan sumber daya manusia sebagai unsur terpenting didalam sistem kerja berada dalam kondisi terdidik, memiliki kompetensi yang cukup. Sehingga tanpa banyak slogan, yel yel, mereka tetap bekerja dengan pengutamaan k3 yang prima.

Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Kondisi yang dijelaskan pada alinea diatas, dimana semua kebutuhan didalam sistem manajemen dan program kerja berjalan dengan prima. Berjalan pada semua lini, baik secara vertikal maupun horizontal di perusahaan. Tak ada keraguan lagi pada kondisi ini, prima dalam setiap pekerjaan, dan prima juga dalam hal menjalankan keutamaan k3. Inilah kondisi ber budaya k3 perusahaan yang kuat.
Sesederhana itu kah?. Ya. seperti. bukannya yang dituju pengutamaan k3 didalam setiap melaksanakan pekerjaan. Tentu ada catatan sebagaimana yang dilakukan pada aspek manajemen apapun, hal itu juga berlaku pada manajemen k3. Fungsi fungsi manajemen secara sungguh sungguh mendukung untuk tercapainya kondisi yang dipersyaratkan mencapai budaya k3 perusahaan yang kuat.

Leadership K3

Sebagaimana halnya budaya budaya lainnya, values / tata nilai yang terkait k3 juga memerlukan penggerak dan penggerak itu adalah pemimpin. Kepemimpinan k3 merupakan role model di kalangan karyawan. Mereka akan diikuti dan dituruti. Untuk memperoleh keberhasilan yang baik dalam mengembangkan budaya k3 perusahaan tentu harus mempersiapkan pempimpin pemimpin dalam k3.
Mereka disamping memiliki values yang positif, juga mememahami bagaimana program k3 berfungsi seperti bagaimana mestinya.
Simak postingan berikutnya .

Baca juga link dibawah ini:

Program k3 dan budaya k3
Budaya Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Pengalaman menarik berkunjung ke perusahaan
Safety Culture Maturity

Program k3 dan budaya k3
Maturitas budaya k3 / Safety Culture Maturity
Penilaian iklim k3
Budaya k3 perusahaan
Budaya k3 yang kuat (pengalaman kunjungan)
Tingkatan budaya k3
Penilaian budaya k3
Program pengembangan budaya k3