Ergonomi Dan Postur Janggal

Ergonomi Dan Postur Janggal

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Postur kerja, postur janggal

Postur kerja

Postur kerja, suatu ergonomi perspektif, langsung saja kita bahas ke sisi praktis saja. Bahwa ketika melakukan pekerjaan terdapat dua jenis postur_tubuh yang mungkin terjadi. Yang pertama, adalah postur_normal dan kedua, adalah postur_janggal. Biasanya postur_normal jarang ditemukan dalam bekerja. Yang banyak ditemukan tentulah postur janggal sebab dalam menuntaskan pekerjaan seseorang akan melakukan pergerakan-pergerakan pada sumbu sendi tertentu, dan hal tersebut akan mengubah postur_normal menjadi postur janggal.

Postur normal

Untuk mempermudah pemahaman postur janggal, kita lihat terlebih dahulu seperti apa dan bagaimana postur_normal. Lihat Gambar 1. Ciri postur_normal yang disepakati secara luas didalam bidang ergonomi, adalah sebagai berikut:
  1. Posisi tegak lurus, atau tidur telentang diatas bantalan yang agak keras.
  2. Perhatikan garis merah pada gambar 1. Center of gravity berat badan jatuh pada persis antara dua telapak kaki. Karena itu tubuh dalam posisi stabil. Hal tersebut sama halnya bila balok didirikan tegak lurus pada dasar yang mendatar. Ia tidak mudah jatuh. Semua moment yang berkerja adalah nol.
  3. Posture kerja yang stabil. tidak cepat lelah karena otot bekerja minimal. Semua persendi dalam posisi nantural menghadapi pergerakan.
  Gambar 1. Postur_normal  

Postur Janggal

Postur kerja yang janggal adalah setiap ada perubahan posisi tubuh sehingga tidak sesuai dengan postur_normal pada gambar 1 diatas. Sehingga postur kerja membungkuk, menengadah, miring ke kanan, ke kiri misalnya di kategorikan sebagai postur janggal.

Apa yang terjadi pada postur janggal?

Bila balok pada contoh diatas dimiringkan maka center of gavitynya berubah, maka pada center of gravity tersebut timbul moment baru yang akan menarik balok kebawah. Balok dikatakan dalam posisi tidak stabil, dia akan jatuh sesuai arah gravitasi bumi. Kita bisa membuatnya stabil pada posisi miring tersebut, asalkan kita berikan momen yang berlawanan arah (dengan gravitasi). Semacam diberikan counter moment. Misal di gantung menggunakan tali, Bila tubuh yang membungkuk. sama halnya dengan balok. dia tidak stabil, cenderung akan jatuh menuruti arah gravitasi bumi. Untuk mencapai stabilitas agar tidak jatuh, maka otot-otot tubuh melakukan gerakan melawan arah moment badan. Otot mengeluarkan sejumlah energi. Secara singkat artinya adalah bila otot mengeluarkan energi diluar kapasitas normalnya maka ia akan lelah, selanjutnya fungsinya error, bahkan fail / failure mempertahan posisi tubuhnya tersebut. Dan bisa jadi berujung pada kecelakaan atau cedera otot rangka. Energi yang dikuras pada postur kerja yang demikian berbanding lurus dengan variabel-variabel independent berikut:
      • besar sudut kemiringan
      • besar beban yang dipikul
      • lamanya memikul postur kerja tersebut
      • frekuensi melakukan postur kerja tersebut.
Artinya semakin besar nilai masing-masing variabel diatas. maka postur kerja tersebut semakin tinggi risikonya, begitu juga sebaliknya bila semakin kecil. Bahkan bila salah satu variabel diatas mendekati nol maka bisa risiko pada posture kerja tersebut dapat diabaikan. Dalam metematis risiko diberlakukan fungsi perkalian.     Related dengan … Bahaya ergonomi Posture Janggal Tidak Selalu Berisiko Ergonomi didalam kecelakaan kerja