You are currently viewing Jalan menuju kesana

Jalan menuju kesana

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Jalan menuju kesana

Implementasi k3, suatu iluastras

Cara meilustrasikan implementasi k3 Judul diatas sepintas tak ada hubungan dengan materi keselamtan dan kesehatan kerja. Tulisan dibawah ini merupakan cara pandang untuk menyikapi sesuatu mencapai kesuksesan. Cara pandang dibawah ini bersifat umum artinya bisa diterapkan dalam berbagai segi dan kondisi. serta disusun demikian sederhana agar langsung bisa difahami dan diterapkan, khususnya dalam praktek keselamatan dan kesehatan kerja. Bila diperhatikan ada dua kata kunci dalam kalimat tersebut, yaitu:
  1. Tujuan
  2. Jalan
  3. Dukungan

Gambar Mendaki gunung yang terjal dan banyak rintangan

Tujuan

Seseorang yang berkeingin menuju suatu tujuan, seperti puncak gunung pada gambar diatas, dia harus memahami seperti apa kondisi tujuannya tersebut, baik atau tidak untuk dicapai, dan karena itulah ia memutuskan ingin menuju kesana. Keinginan besar menuju tempat yang baik, indah akan menjadi impian yang menyenangkan. Impian itu akan semakin tinggi sejalan dengan apa yang ia yakini baik yang dipengaruhi oleh pengetahuannya sendiri (faktor internal) dan pengaruh luar dalam berbagai bentuk asupan, propaganda. Kadang kala untuk meyakinkan diri tentang indahnya impian tersebut sengaja dicari asupan dari beberapa pihak eksternal. Seringkali impian tersebit tidak bisa diujudkan karena kendala tentang jalan mencapai impian tersebut. Karena untuk mencapainya diperlu pengetahuan tentang jalan dan hal-hal pendukung selama melakukan perjalanan tersebut. Pembicaraan, impian yang muluk-muluk terjadi pada tatanan tujuan ini. Terkadang terjebak dalam keindahan impian yang mendalam, sehingga lupa memikirkan dan mempersiakan diri agar memilki kemampuan yang cukup untuk kesana. Oleh karena itu jangan berlama lama menghabiskan energi pada tahap ini.

Jalan

Tentu dilakukan penelidikan terlebih dahulu. Ada berapa variasi jalan menuju puncuk. Banyak informasi di sepanjang perjalanan itu nanti akan beguna, dan semua dipelajari dan di dokumentasikan. Para tim pendaki gunung tentu faham lebih detil tentang ini, tetapi kita ga perlu sampai pada detil seperti itu. Tak kalah penting setelah itu adalah persiapan kemampuan tim menghadapi medan berat yang akan ditempuh. Mungkin diperlukan pelatihan khusus, dan setelah semuanya selesai seluruh anggota tim dijamin kompeten bergabung. Adalah fatal bila tim tidak kompeten mengarungi medan seperti ini, kegagalan beberapa anggota tim bisa dimaknai kegagalan tim keseluruhan.

Dukungan

Dukungan tak kalah penting. Tim pendaki membutuhkan sejumlah sarana dan prasara selama perjalanan pergi dan pulang dengan berhasil. Dukungan seperti, antara lain: makanan, minuman, kompas, pakaian, sepatu, sarung tangan, obat obatan, dst. Tanpa itu semua tim pendaki tak akan bisa melakukan perjalanan. Nafas dulu sejenak sahabat k3, seperti melakukan sendiri pendakian ini, perlu tarik nafasĀ 

Bagaimana dengan implementasi k3

Mirip, tidak identik dengan cerita diatas. Implementasi k3 seperti halnya impementasi rencana menaklukkan puncak gunung. Pesan dari ilustrasi diatas adalah, impian itu bagus tetapi jangan berhenti pada impian muluk tersebut. Sebab tanpa mengetahui dan menguasai jalan menuju kesana maka impiannya menjadi sia-sia. Yang sering terlupakan adalah point kedua ini, yaitu bagaimana menjalaninya agar sukses. Sehingga kesiapan dalan kuantitas dan kualitas tidak memadai. Begitu juga dukungan. Perusahaan ingin praktek k3 di peruhaannya sukses, tetapi tak diberi dukungan, akhirnya tim tak bisa jalan dengan baik. Kesuksesan implementasi k3 memerlukan keselarasan antara ke tiga hal diatas. Yang perlu di tilik lebih jauh, dalam k3 adalah
  1. mana yang tujuan
  2. mana yang jalan
  3. mana yang dukungan
Daftar semuanya itu, periksa kelayakannya. lakukan persiapan, pengadaan dan perbaikan Salam sukses tahun 2021  

Postingan yang mirip

Manajemen risiko