You are currently viewing Hazard Dan Klasifikasi Hazard

Hazard Dan Klasifikasi Hazard

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

 

Hazard Dan Klasifikasi Hazard
Identifikasi hazard yang gagal tidak akan menurunkan risiko k3

Serial Manajemen Risiko k3

Hazard dan Klasifikasi Hazard perlu dibedakan dengan baik agar tidak terjadi kealpaan dalam pengenalan hazard. Tanpa itu penilaian risiko tidak bernilai apa-apa. Dalam prakteknya banyak variasi kekeliruan dalam pengenalan / identifkasi hazard. Kekeliruan ini harus diperbaiki. Dalam postingan ini dibatasi kekeliruan yang paling umum. Sekilas apa yang di identifikasi sebagai hazard tersebut tampaknya sudah benar, tetapi hakikatnya salah.

Hazard Dan Klasifikasi Hazard

Inilah klasifikasi hazard yang umum digunakan:

  1. Hazard fisik
  2. Hazard kimia
  3. Hazard listrik
  4. Hazard dinamik
  5. Hazard biologi
  6. Hazard ergonomi
  7. Hazard psikososial
  8. Hazard manajemen

Nama-nama diatas dimana banyak kalangan memahaminya sebagai hazard. Hanya 8 nama, terkesan mudah dan sederhana. Karena itu terkesan menyepelekan. 

.

Padahal kita tahu kalau 8 kelompok hazard tersebut di sebutkan masing-masing anggotanya, maka akan ada ribuan nama hazard.

Nama-nama diatas bukan hazard yang sesungguhnya. Nama-nama diatas adalah klasifikasi, nama kelompok dari hazard. Sehingga bila seorang asesor menulis didalam laporan asesmennya menenukan hazard kimia maka dipastikan itu salah, karena hazard kimia adalah nama kelompok kimia. Identifikasi hazard gagal. 

Anda bisa bayangkan ada berapa ratus jumlah bahan kimia. Akibatnya orang lain menduga duga zat apa yang dimaksudkan asesor. Disamping itu bila ingin mencari literaturnya untuk mendalami karakteristik hazard, pasti akan gagal. Literaturnya tidak akan ditemukan. Lain halnya bila asesor menulis H2S. Itu jelas, Begitu juga bila di identifikasi hazard nya sebagai: temperatur tinggi,  kabel listrik terkelupas, roda giling, covid 19, disain kursi terlalu rendah, stress, komitmen manajemen lemah. Itu jelas, bisa terhindar dari hal menduga duga

Penilaian risiko k3

Sepintas kekeliruan diatas dinilai masalah kecil. Ini yang harus diubah fahamnya. Bahwa ini adalah masalah besar dan serius sebab manajemen risiko k3 memerlukan input yang benar sehingga bisa di kenali dan analisis. Seriusnya lagi kekeliruan ini terjadi pada kalangan luas. akhirnya dianggap suatu kebenaran.

Ajakannya adalah kita harus mengubah pemahaman tersebut secara bersama sama.

Salam K3
SSN

LINKS

Penilaian risiko k3