You are currently viewing Budaya K3 Perusahaan Antara Ada Dan Tiada

Budaya K3 Perusahaan Antara Ada Dan Tiada

Budaya K3 Perusahaan

Budaya k3 di perusahaan itu antara ada dan tiada, kenapa dikatakan seperti itu. Disini kita menggunakan definisi budaya dari kacamata pandang anthropologi. Budaya merupakan semacam “the way we do thing around here”. Oleh karena itu budaya k3 di perusahaan adalah cara kita mempraktekkan, menerapkan k3 di suatu organisasi. Bila kita contohkan budaya belajar siswa, kutub budaya tersebut ada dua, yaitu budaya malas dan budaya rajin. Anda bisa saja menggantikan istilah budaya yang malas sebagai level 1, dan budaya yang rajin level 2 atau level tinggi. Pada kelompok siswa yang budayanya level 2 kita akan melihat bagaimana mereka bersikap dan bertingkah laku dalam kesungguhan mempelajari, mendalami baik secara sendiri maupun berkelompok. Hal tersebut mereka lakukan tanpa banyak yel-yel namun semua anggotanya secara bersama sama melakukan sesuatu yang prima untuk mencapai kinerja yang baik dalam proses pembelajaran mereka. Sekali lagi perlu diperhatikan kembali, the way yang siswa lakukan. Mari kita bahas lebih lanjut tentang budaya k3 di perusahaan dibawah ini

Budaya k3 perusahaan antara ada dan tiada

Dalam pengertian budaya sesuai definisi diatas, yang menjadi fokus untuk mengatakan suatu perusahaan berbudaya atau tidak dalam k3 kita harus melihat the way k3 yang mereka terapkan, The way nya tersebut bisa dibedakan kehandalannya dari : pertama, kecukupan (kuantitas) cara atau upaya yang diperlukan sesuai hazard yang ada, dan kedua dari kualitas upaya yang diterapkan. Budaya k3 di perusahaan yang baik dan berlevel tinggi, dibanyak literature digambarkan biasanya tidak semua upaya penerapan k3 berjalan prima, personel k3 jarang terlihat di lapangan, terintegrasi, silent, tidak banyak yel yel, tidak banyak bahkan tidak ada perlombaan perlombaan k3. Tapi sekali lagi semua berjalan excelen tanpa banyak gembar gembor.

Sekarang coba bandingkan dengan kondisi penerapan k3 di perusahaan dalam kondisi yang berbeda ini. Tiap hari penuh dengan yel yel, slogan, poster, perlobaan. Tetapi sayangnya kinerja k3 belum bisa dikatakan prima. Masih sering terjadi mismanajemen, dan tingginya angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Dari dua ilustasi diatas sekarang anda sudah mendapat gambaran cukup jelas. Kondisi di perusahaan pertama, k3 berjalan prima, berjalan silent, seperti tidak ada budaya k3, tapi jangan keliru sebab penerapan k3 sudah kategori advance. Sebaliknya pada kondisi kedua, heboh tapi kinerja rendah. Itulah maksud tulisan ini mengatakan budaya k3 di perusahaan antara ada dan tiada.

The way we do thing around here

Mungkin perlu di renungkan kembali, mana yang lebih penting menyibukkan diri dengan mengembangkan indikator budaya k3 atau menyibukkan diri dalam mengembangkan dan meningkatkan cara cara menerapkan k3 yang mencukupi, baik dan benar.

Selamat merenungkannya.

 

Salam,
Chandra Satrya


 

Link terkait topik ini

Program k3 dan budaya k3
Budaya Keselamatan Kerja
Budaya Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Program k3 dan budaya k3
Maturitas budaya k3 / Safety Culture Maturity
Penilaian iklim k3
Budaya k3 yang kuat (pengalaman kunjungan)
Tingkatan budaya k3
Penilaian budaya k3
Program pengembangan budaya k3