Depok, Jabar
satrya.net@gmail.com

Banyak Variasi dan Ragam Memusingkan

Komunitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Banyak Variasi dan Ragam Memusingkan

Terlalu banyak penarapan sistem yang memusingkan

Sistem Manajemen K3

Saat ini, di negara kita, kita melihat banyak sekali beredar aneka ragam dan variasi tentang Sistem Manajemen K3 (Keselamtan dan Kesehatan Kerja). Padahal fungsinya adalah sama. Isi dan upaya yang dilakukan oleh masing masing sistem tersebut juga sama. Yang berbeda adalah tata letak, layout dari buku panduannya. Akibatnya bisa kita temukan di beberapa perusahaan diterapkan berbagai variasi sistem manajemen, seperti versi depnaker, versi ESDM, versi ISO, dan lain sebagainya. Kondisi tersebut sebetulnya melelahkan bagi perusahaan. terlalu banyak hal yang bersifat administratif yang harus di penuhi, termasuk mempersiapkan administrasi ketika masa Audit datang. Satu kata untuk menyebutkan kondisi ini adalah “memusingkan”.

Terlalu banyak akan memusingkan

Sistem manajemen K3 merupakan seni pendekatan penyelesaian masalah di lapangan kerja masing-masing. Prakteknya sekarang ini beberapa perusahaan menerapkan beberapa versi sistem manajemen. Katakanlah versi Indonesia, versi eropa, australi dan lain. Pengerjaan aneka versi tersebut akan membebankan perusahaan. dan akhirnya banyak yang berujung dengan tidak fokus, dan tidak mengungkit kinerja K3.
Sistem manajemen K3, K3, keselamtan dan kesehatan kerja, ergonomi, budaya k3., peltihan k3, konstultan k3

Terlalu kompleks,

Sistem Manajemen Seperti Apa Seharusnya?

Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang baik adalah sistem yang dibuat sesuai situasi dan kondisi hazard dan risiko di tiap-tiap tempat kerja. Artinya tidak ada satu sistem yang cocok untuk dapat diterapkan pada banyak perusahaan. Copy paste SMK3 dari perusahaan lain untuk diterapkan di perusahaan anda, hal itu belum tentu cocok. Begitu juga dengan mengadopsi SMK3 dari provider luar negeri, hal tersebut juga belum tentu cocok. SMK3 suatu perusahaan haruslah dibuat sendiri, disesuaikan dengan hazard dan risiko ditempat kerja masing-masing. Karena itu awalilah pembuatan SMK3 dengan melakukan penilaian hazard / risiko dengan baik dan teliti.

Bagaimana Solusinya

Sebaiknya gunakan 1 versi SMK3 saja. Perusahaan bila beroperasi di Indonesia, maka gunakan saja SMK3 versi indonesia. Sebab pada dasarnya SMK3 yang dikembangkan pemerintah Indonesia sama saja dengan yang di luar negeri. Yang terpenting adalah, pastikan SMK3 yang dikembangkan tersebut benar benar memiliki dasar yang kuat, yaitu berbasis analisis hazard dan risiko ditempat kerja masing masing.