Depok, Jabar
satrya.net@gmail.com

Penilaian Risiko K3. Pemahaman praktis

Komunitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Penilaian Risiko K3. Pemahaman praktis

penilaian risiko k3, risiko k3, manajemen risiko k3

Sebelum melakukan penilaian risiko – risiko k3, ada baiknya kita telah kembali satu persatu hal-hal berikut

Risiko k3 dan Hazard

Hazard berawal dari adanya suatu hazard. Hazard mengancam suatu objek, Dan bila ancaman itu terujud maka timbul kerugian pada objek. Bila ada suatu hazard dan objek, ada beberapa kemungkinan yang timbul. Pertama, terjadi kontak antara hazard dan objek. Pada kondisi ini kerugian tidak terjadi. Kedua, terjadi kontak antara hazard dan objek, maka disini kerugian bisa terjadi. Risiko didefinisikan sebagai besarnya kemungkinan terjadi kerugian diakibatkan hazard. Biasanya digambarkan dalam bentuk formula, sbb:
Resiko = p x C,   Resiko = p x Loss

Sehingga gambaran diatas bisa dituliskan: Karena hanya dua kejadian yang digambarkan, yaitu pertama tidak terjadi kontak, kedua terjadi kontak hazard dan objek. Maka:

R1 = p1 x Kerugian. Dimana p1 adalah probabilitas (kemungkinan) tidak terjadi kontak hazard dan objek.
R2 = p2 x Kerugian. Dimana p2 adalah probabilitas terjadinya kontak hazard dan objek.

Misalkan si A meletakkan uangnya Rp.100.000, diatas jok motor. Lalu dia tinggal membeli barang kedalam pasar. Disana sering terjadi pencopetan, katakan probabiltasnya 80% Maka:

Risiko 1 = R1 = 80% x 100.000 = 80.000
Risiko 2 = R2 – 20% x 100.000 = 20.000.
Artinya Si A akan mengalami kerugian sebesari 80.000. Atau dapat juga dikatakan mengalami kerugaian 100.000 dengan kemungkinan 80%.
Sedangkan uang selamat kira kira sebesar 20.000. Dengan katakan lain uang 100.000 selamat dengan kemungkinan 20%.

Jadi harus diingat jangan sampai mengatakan risiko seperti yang sering ditemukan dilapangan seperti ini:

  • Terjatuh dari ketinggi
  • Tertusuk benda tajam
  • Tertabrak forklift

Sebeb bila seperti diatas cara memahaminya, dapat dipastikan tidak akan pernah bisa menentukan kejadian yang memiliki probabilitas, menentukan probabilitas dan menentukan konsekuensi.

Uncertainty, ketidak pastian

Bila ada satu hazard, kejadian yang dapat merugikan biasanya belum terjadi. dan biasanya pula bisa banyak kemungkinannya. Kita tak bisa mengatakan dengan pasti kejadian seperti apa yang akan terjadi nanti pada suatu pekerjaan, atau suatu proses. Pendek kata itulah uncertainty.

  • Ukuran tinggi, sedang, rendah (atau 0,0 s/d 1,0) satuan waktunya apa? … Apakah perhari, perbulan, atau pertahun.
  • Bila ukuran waktu asesment adalah perhari, maka p perbulan harus dikali 30. dan p dalam setahu harus dikali 360 hari.
Pada gambar 1 dibawah, disitu terdapat aquarium diatas meja, 3 buah guci (dua berwarna coklat, satu berwarna putih), lampu tiang dengan tempat garukan kuku kucing berwarna merah. Dan ada seekor kucing.

Risiko, manajemen risiko

Garmbar No.1

Pada kondisi seperti itu, banyak ketidak pastian. Mulai dari tidak terjadi hal-hal yang merugikan. Dan juga beberapa kemungkin yang merugikan seperti:

  1. Kucing menggaruk tiang, lampu tiang rebah dan pecah
  2. Kucing menggaruk tiang, lampu tiang menimpa aquarium
  3. Kucing menggaruk tiang, lampu tiang menimpa aquarium, lalu menimpa guci coklat.
  4. Kucing menggaruk tiang, lampu tiang menimpa aquarium, lalu menimpa guci putih.
  5. Kucing menggaruk tiang, lampu tiang menimpa menimpa guci coklat.
  6. Kucing menggaruk tiang, lampu tiang menimpa menimpa guci putih.
  7. Pada semua kejadian diatas, lampu tiang diperkirakan pecah

Banyak sekali kemungkinan bisa terjadi, dan kita tak tahu dengan pasti yang mana yang pasti akan terjadi dari sekian kemungkin yang ada. Bila dipastikan kejadian yang no.2 yang akan terjadi, maka anda ga bisa menjamin kejadian yang lainnya tidak akan terjadi. Artinya anda mengabaikan kejadian nomor yang lain, padahal bisa saja dia akan terwujud menimbulkan kerusakan (accident). Didalam praktek penyelesaian HIRADC, sering terlihat pengabaian menggali segala kemungkinan ini. Itu artinya walaupun sudah melakukan proses manajemen risiko (HIRADC), namun kondisi yang sebenarnya belum dapat dikatakan sudah terkendali risikonya.

Probabilitas kejadian

  • Perlu digaris bawahi, probabilitas yang dimaksudkan disini adalah probabilitas kejadian yang tak diharapkan, kejadian yang menyebabkan kerugian. Tentu harus di exlplore beberapa kejadian yang mungkin bisa terjadi. Bila kejadian itu hanya satu kejadian, maka tak ada gunanya probabilitas. Probabilitas baru bisa digunakan pada lebih dari satu kejadian. Misal, bila dikatakan terjadinya tabrakan dua kendaraan probabilitasnya tinggi, maka timbul pertanyaan tinggi terhadap kejadian yang seperti apa?. Dengan kata lain apa pembandingnya probabilitas dikatakan tinggi atau rendah tersebut.

    Perhitungan probabilitas tidak berlaku bila diterapkan hanya pada satu kejadian

  • Oleh sebab tak ada pembandingnya, maka probabilitas yang disangkakan tidak lengkap, atau bahkan tidak punya dasar menentukannya.

Dari gambar no.1 diatas, dan dilakukan asumsi sederhana tentang besaran probabilitas, maka kombinasi dari variasi kejadian-kejadian bisa seperti dibawah ini:

Penilaian Risiko - risiko k3, penilaian risiko, risk assessment, HIRA, HIRADC

Penilaian Risiko – risiko k3

Anda bisa membuat list seperti diatas dengan cara anda sendiri, dan bila terjadi perbedaan tak masalah. Kemungkinan perbedaannya hanya kecil. Tapi kesamaannya nanti antara yang anda buat dan tabel diatas adalah: kejadian tidak hanyak satu, risiko juga tidak hanya satu untuk suatu hazard. Karena itu bekerja didalam tim sangat disarankan.

Penilaian Risiko – risiko k3

Besaran Risiko K3 dari variasi diatas mudah dihitung. Pertama tetapkan nomimal kerusakan masing-masing barang diatas, Risiko k3 diperoleh dengan mengalikan dengan probabilitasnya.

Kuantitatif vs Kualitatif

Penilaian risiko k3 secara kualitatis menganut prinsip yang sama dengan cara diatas. Simak postingan selanjutnya

 

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial