Depok, Jabar
satrya.net@gmail.com

Matrik Risiko k3

Komunitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Matrik Risiko k3

matrik risiko k3, penilaian risiko k3, manajemen risiko k3

Matrik risiko k3

Postingan ini hanya memjelaskan prinsip dasar menghitung risiko secara kualitatif. Penjelasan detil dan contoh hasil perhitungan bisa ditemukan dalam banyak situs di internet.

Matrik risiko k3 adalah cara menentukan besaran atau nilai risiko k3 yang dituangkan kedalam susunan tabel. Formula menghitung besaran risiko k3 baik dengan cara kuantitatif maupun kualitatif adalah sama. Yaitu:

R = p x C

dimana:
p = probabilitas. Didalam pendekatan kualitatif p sering disebut sebagai likelihood.
C = consequencies.

Dalam penilaian risiki k3 cara kualitatif, nilai-nilai consequencies dan likelihat ditampilkan sebagai nilai yang bersifat kualitatif (kualitas), berupa urutan-urutan nilai. Lihat tabel matrik #1 dibawah. Yaitu consequencies: rendah, sedang, tinggi. dan likelihood: sering, sedang, jarang. Perkalian antara likelihood dan Consequenci dilakukan dengan menggunakan tabel perkalian, crosstab seperti dibawah. Hasil perkaliannya adalah risiko k3 yang kita cari, dan ada didalam sel-sel berwarna kuning.

matrik risiko k3, penilaian risiko k3, manajemen risiko k3

Matrik risiko #1

Pada penilaian risiko k3 cara kualitatif yang perlu digaris bawahi adalah batasan (cut of point) dari nilai-nilai pada masing-masing variable. Cut of point tersebut seharusnya disepakati sehingga semua yang bersepakat didalam tim penilai, dan juga manajemen perusahaan sama-sama memiliki persepsi yang sama terhadap nilai-nilai yang dimaksud. Sehingga jelas batasan pada variabel-variabel:

  • Consequencies
    • deskripsi konsekuensi rendah, sedang, dan tinggi
  • Likelihood
    • deskripsi likelihood sering, sedang, jarang.

Sering juga didalam prakteknya, batasan-batasan tersebut di adopsi dari standar-standar yang biasa dipakai negara lin di dunia. Misalnya dari Eropa, Amerika, Australia, dsb. Dalam menggunakan standar asing, yang perlu diingat apakah batasan-batasan dari konsekuensi yang mereka sepakati sama dengan yang kita rasakan dan hadapi. Misal konkuesi Rp. 100 juta mereka katakan rendah. Maka apakah nilai Rp 100 juta tersebut juga dianggap rendah bagi perusahaan UMKM di negeri kita. Hal ini menyangkut perbedaan persepsi antara masyarakat dari negara kaya dan negara miskin.

Berkaitan dengan hal diatas sering ada pertanyaan, “standar dari mana yang baik gita gunakan?”. Menurut pandangan saya, yang terbaik untuk menilai tinggi, sedang dan rendahnya konsekuensi adalah menggunakan kesepakatan lokal.

Postingan yang mirip:

Penilaian risiko k3

Praktek penilaian risiko k3

Risk matrix & local factors

Manajemen risiko k3

 

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial