Depok, Jabar
satrya.net@gmail.com

Yang Terlupakan Didalam Manajemen K3

Komunitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Yang Terlupakan Didalam Manajemen K3

manajemen risiko, manajemen k3, risk management, hazard, risiko, SMK3, ergonomi, konsultan k3, HIRADC, HIRA

Yang Terlupakan Didalam Praktek

Upaya inti dari pelaksanaan K3 terletak pada penatalaksaan manajemen risiko di tempat kerja. Kenapa bisa difahami seperti itu?. Hal itu karena semua kecelakaan berawal dari adanya Hazard di pekerjaan pekerjaan, dan manajemen risiko mengelola hal-hal yang berhubungan dengan hazard tersebut. Bila hal itu dilaksanakan dengan tepat dan baik, maka kondisi ditempat kerja akan mencapai kondisi terbebas dari ancaman “kecelakaan” dan “gangguan kesehatan”. Namun sayangnya praktek di lapangan kerja hal ini tidak mendapat porsi yang baik, sehingga tenggelam didalam upaya upaya k3 yang lain yang bersifat asesoris.

Asesoris yang paling menonjol di lapangan bisa kita lihat beberapa seperti berikut:

1. Aneka ragam sistem Audit. Mulai dari aneka ragam sistem audit yang tersedia didalam negeri, sampai pada sistem audit yang disediakan provider luar negeri.
2. Program-program yang dipatenkan oleh jasa provider, terutama provider dari luar negeri.
Hal-hal inilah yang menghabiskan energi pihak manajemen perusahaan, sehingga lupa kepada hazard yang sebetulnya nyata ada dilapangan kerja dan memerlukan penata-laksanaan yang tepat dan baik. Yang lebih memprihatinkan adalah lemahnya pemahaman karyawan yang dilibatkan dalam manajemen risiko, sehingga pengenalan hazard, analisis risiko bahkan sampai kepada pengendalian yang diterapkan tidak tepat sasaran.

Manajemen Risiko dan Biaya Tinggi

Penerapan manajemen risiko yang kurang tepat akan berakibat tempat kerja, operasi di perusahaan tidak terbeb

as dari kecelakaan dan gangguan kesehatan. Disisi lain upaya yang berlebih dikerahkan untuk yang bersifat asesoris dalam menangkal kecelakaan dan gangguan kesehatan. Biaya yang tinggi pada aspek asesoris tidak menghasilkan penekaan risiko pada harapaan yang sesungguhnya. Akibatnya terjadi pemborosan, biaya tinggi terbuang agak percuma.

Beberapa Saran

Kami menyarankan agar semua pihak di tempat kerja menyadari bahwa yang sangat kita perlukan adalah menerapkan manajemen risiko sebagai prioritas utama. Karena itu, MR harus dibenahi terlebih dahulu, dilakukan oleh orang / kelompok orang yang kompeten, dengan cara yang baik dan teliti. Setelah dilakukan kajian, dan dirasakan masih memerlukan program tambahan sebagai penguat terlaksanakan MR, maka disitulah saatnya mengambil program tambahan.

Istilah lain

MR sering disebut dengan sebutan lain yang populer di lapangan kerja. seperti HIRADC.