Depok, Jabar
satrya.net@gmail.com

Bahaya Ergonomi

Komunitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Bahaya Ergonomi

Bahaya ergonomi

Berbeda dengan bahaya lainnya (seperti fisika, kimia), memahami bahaya ergonomi memerlukan pemaham konsep ergonomi terlebih dahulu. Berikut dibahas secara singkat saja tentang hal tersebut agar bisa membantu pemahaman lebih baik tentang bahaya ergonomi, dan variasi-variasinya yang mungkin ditemukan dilapangan. Memahami konsep ergonomi diperlukan memahami beberapa hal berikut:

  1. Kapasitas dan keterbatasa manusia dalam bekerja
  2. Sistem kerja
  3. Matching
  4. Disian yang ergonomis
  5. Faktor risiko ergonomi
  6. Bahaya ergonomi

Berikut pembahasannya dengan singkat, sederhana agar mudah difahami

Kapasitas dan keterbatasan manusia dalam bekerja

Manusia mengerjakan suatu pekerjaan melibatkan anggota tubuh. Seperti mulai dari mata, telinga, otak, penciuman, pencicipan rasa, pernafasan (jantung dan paru), metabolisme, anggota gerak. Anggota tubuh yang dilibatkan tersebut memiliki kapasitas sekaligus juga keterbatasan dalam menjalani fungsinya. Kita ambil contoh mata yang berfungsi untuk melihat. ia memiliki kapasitas untuk melihat dalam rentang kekuatan pencahayaan tertentu. Tetai dia memiliki keterbatasa ketika pencahayaan redup atau ketika pencahayaan berlebihan (timbul silau). Begitu juga fungsi pendengaran, telinga mampu menangkap suara dalam rentang tertentu, tetapi juga ada suara yang diluar jangkau kemampuan telinga menangkapnya. Jantung dan paru paru juga berlaku hal yang sama seperti diatas. Kita ambil contoh yang populer dilapangan kerja, yaitu fungsi gerak, yaitu ukuran panjang tubuh, ada orang yang pendek, rata rata, dan ada juga yang tinggi. Masing masing mereka memiliki kapasitas dan keterbatasan ketika menghadapi pekerjaan dengan disain peralatan yang tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya. Ok, mudah difahami bukan.

Sistem Kerja

Dalam perspektif ergonomi, manusia adalah fokus utama didalam sistem. Segala kesesuaian mengacu kepada kapasitas dan keterbatasan manusia. Sistem kerja selengkapnya adalah:

  1. Manusia, sebagai pekerja
  2. Pekerjaan yang akan diselesaikan
  3. Peralatan yang digunakan untuk bekerja
  4. Lingkungan kerja.

Gambar di sebelah kan memperlihat sistem kerja, dan bagaimana interaksi antara masing-masing sub-sub sistem didalam sistem kerja tersebut. Yang perlu dicatat disini adalah adanya interaksi antara masing masing sub sistem. Semua sub sistem harus ada dalam suatu waktu pekerjaan dilaksanakan.

Sistem kerja ergonomi

Matching

Matching (kesesuaian) menjadi perhatian penting didalam melihat sistem kerja ergonomis atau tidak. Matching dimaksudkan adalah kesesuaian antara interaksi antara:

  1. Kepasitas dan Keterbatasan Manusia dengan disain pekerjaannya
  2. Kepasitas dan Keterbatasan Manusia dengan disain peralatan yang digunakan
  3. Kepasitas dan Keterbatasan Manusia dengan disain lingkungan kerja.

Dalam menilai matching, manusia menjadi sentral acuan.

Disain

Untuk mencapai matching seperti diatas kuncinya adalah dengam memdisain sistem kerja. Yaitu disain pada pekerjaan, disain peralatan, dan disain lingkungan kerja dibuat agar cocok dengan kapasitas dan keterbatasan manusia. Tahapan disain melalaui rangkaian proses yang memadai untuk mengkaji lebih dalam faktor-faktar didalam sub sistem yang saling berinteraksi. Yang akhirnya menetapkan disain yang layak untuk menekan ketidak sesuan antara disain dengan kapasitas dan keterbatasan pekerja.

Bahaya Ergonomi

Secara singkat dapat dikatakan Bahaya Ergonomi adalah hal-hal yang berkaitan dengan disain yang buruk pada sistem kerja. Bahaya ergonomi akan menimbulkan beberapa penyebab antara pada pekerja, yang berakhir pada kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan. Bisa timbul error, gagal mengoperasikan, dan berakhir pada kecelakaan. Mudah difahami bahwa hazard ergonomi bisa berdampak luas daripada sekedar low back pain. Bila anda memahami variasi variasi kapasitas dan keterbatasan fungsi tubuh manusia, maka bahaya ergonomi akan lebih mudah ditemukan. Sebagai contoh seperti:

  1. Disain yang buruk pada pencahayaan, ia bisa menimbulkan gangguan fungsi mata dalam pekerjaan asembling elektronik
  2. Noise dilingkungan kerja, disamping sering mengakibatkan penurunan fungsi pendengaran, ia juga bisa meniadakan kemampuan telinga mendeteksi suara alarm.
  3. Disain beban objek kerja. Bisa berakibat pada gangguan pada otot dan rangka.
  4. Disain alat kerja yang buruk, hal ini bisa berdampak lebih luas

Postingan yang mirip:

Peran ergonomi dalam kecelakaan K3

Youtube