Google+
SATRYA Safety Network
Jaringan Profesional Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Pokok pokok masalah K3


Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi bagian penting karena didalam pekerjaan selalu ada beberapa hal yang manjadi permasalahan menyebabkan kerugian, yaitu:


  1. Adanya Bahaya yang selalu menyertai pekerjaan
  2. Adanya kerugian yang diakibatkan bahaya tersebut

Seandainya dua hal diatas tidak ada didalam pekerjaan atau yang menyertai pekerjaa, maka K3 tidak menjadi penting sama sekali. Dibawah ini terdapat beberapa gambaran yang diperoleh dari informasi ILO terbaru, bagus untuk disimak, dan bisa menambah informasi yang mungkin berguna bagi kita untuk menentukan langkah-langkah yang tepat dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan.


Kecelakaan kerja mayoritas disebabkan oleh

faktor-faktor yang dapat dicegah,

yaitu dengan menerapkan metode dan cara-cara yang sudah ada.

Pencegahan tersebut telah terbukti berhasil di lakukan di negara-negara industri


Bahaya dalam Keselamatan dan kesehatan kerja



Masalah-masalah yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja sangat bervariasi seperti yang akan kita lihat dalam tulisan ini. Perhatian orang




Biaya Kerugian dalam keselamatan dan kesehatan kerja


Biaya yang berkaitan dengan cidera, kematian, kerugian properti pada tingkat perusahaan, nasional maupun internasional sangat besar. Biaya-biaya tersebut, antara lain adalah:

  • biaya kompensasi
  • kehilangan hari kerja
  • produksi terhenti
  • pelatihan karyawan baru
  • biaya pengobatan
  • biaya pemeliharaan, penggantian peralatan, bangunan yang rusak.
  • dan lain-lain

ILO memperhitungkan biaya kerugian diatas adalah paling sedikit sekitar 4 persen dari GNP global tiap tahunnya. Sementara kerugian lingkungan juga tak kalah besarnya. Di Eropa diperkirakan  biaya kerusakan lingkungan berkisar antara 3,8-4 persen dari GNP Eropa.


Jadi, perkiraan total adalah sekitar 8 persen dari GNP. Merupakan angka yang cukup besar bukan.


Kecelakaan kerja mayoritas disebabkan oleh


faktor-faktor yang dapat dicegah,


yaitu dengan menerapkan metode dan cara-cara yang sudah ada.


Pencegahan tersebut telah terbukti berhasil di lakukan di negara-negara industri


Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja


ILO mencatat bahwa di dunia diperkirakan 2 juta kematian terjadi setiap tahun (2013). Porsi terbesar adalah karena terjadinya: kanker, penyakit jantung dan peredaran darah, penyakit "communicable"

Sementara angka kecelakan secara keseluruhan (fatal dan non fatal) adalah sekitar 270 juta (Takala dan Saarela, 2006)


Dari angka diatas, 160 juta pekerja adalah terkena penyakit akibat kerja, dan 2/3 daripadanya tidak masuk kerja selama 4 hari atau lebih. Dilaporkan oleh ILO bahwa penyebab kematian terbesar adalah:

  • kanker
  • penyakit jantung dan peredaran darah
  • penyakit "communicable"
  • cidera dan kecelakaan kerja.



Data dari beberapa Negara


Yang menarik perhatikan kita di Indonesia adalah angka kesakitan dan kematian di negara maju mengalami penurunan, sementara di negara berkembang mengalami peningkatan. (ILO & WHO)


Afrika

Fataliy Rate = 21 kematian per 100.000 pekerja.

Accident Rate = 16.000 kecelakaan / 100.000 pekerja.


Amerika Latin & Caribean

Kira-kira 30.000 kematian terjadi tiap tahun

Kira-kira sebanyak 22,5 juta kecelakaan kerja menyebabkan absenteism sebanyak 3 hari kerja.


Eropa

Di 15 negara Eropa tercatat angka kejadian setiap tahunnya sebagai berikut: 5.000 pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja. Dan 5 juta pekerja mengalami kecelakaan kerja dengan paling sedikit kehilangan hari kerja sebesar 3 hari. (EU, 2004)


India dan Cina

Di India, FR sebesar 10,4 / 100.000, kecelakaan tiap tahun 8.700

Di Cina, FR = 10,5 / 100.000, kecelakaan tiap tahun 8.028


Indonesia

Menurut data PT Jamsostek, pada tahun 2010 angka kecelakaan kerja sebesar 98.711 dari seluruh perusahaan yang menjadi anggota Jamsostek, jumlah peserta sebanyak 9,3 juta pekerja. Dan sebanyak 2.191 kasus diantaranya meninggal dunia, 36 cacat total, 2550 orang cacat sebagian.

Pada tahun 2011 tercatat sebanyak 99.491 kecelakaan, atau 414 kasus per hari.



Groups pekerja berisiko


Beberapa kelompok dibawah ini beriko mengalami kecalakaan, gangguan kesehatan. Sebagian dari mereka termasuk grup yang tidak diperhatikan sebagaimana mestinya. Kelompok tersebut adalah:


Orang tua

Pekerja pindahan

Anak-anak

Pekerja rumahan

Wanita

Sektor informal

Pekerja kontrak

Pekerj paruh waktu

Pengemudi




Variasi Kinerja K3 sesuai dengan Pekerjaan


Kinerja K3 bisa bervariasi menurut pekerjaannya sebagai berikut:


1. Sektor ekonomi


Yang berisiko tinggi terhadap kematian adalah:

  • sektor perkebunan
  • sektor kehutanan,
  • tambang
  • konstruksi

Yang berisiko tinggi terhadap penyakit akibat kerja

  • tukang daging, pengemas daging
  • tambang

2. Perbedaan negara


Kematian akibat pekerjaan di beberapa negara juga terjadi (World Bank, 1995)

  • pekerja pabrik di Pakistan 8 kali lebih sering dibandingkan di Perancis
  • pekerja di sektor transportasi di Kenya 10 kali lebih sering dibandingkan Denmark.
  • pekerja di sektor konstruksi di Guatemala 6 kali lebih sering dibanding Switzerland

3. Ukuran Perusahaan


  • Biasanya perusahaan kecil lebih buruk kondisinya dibanding dengan perusahaan besar.